BREAKING NEWS
latest
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Mahasiswa FEB Untirta Lolos Google Student Ambassador, Siap Dorong Literasi Teknologi di Kampus

Muhammad Wira Pratama Mahasisawa FEB Untirta Lolos Program Google Student Ambassador (GSA).


Serang — Kabar membanggakan datang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Muhammad Wira Pratama, mahasiswa kelas 4D Jurusan Perbankan dan Keuangan dengan NIM 5504240066, berhasil lolos dalam program Google Student Ambassador (GSA), sebuah program resmi dari Google yang menunjuk mahasiswa sebagai representatif di lingkungan kampus.


Google Student Ambassador merupakan program yang bertujuan menjembatani antara Google dengan komunitas akademik. Dalam perannya, para ambassador diharapkan dapat membantu mahasiswa dan tenaga pendidik dalam memaksimalkan penggunaan teknologi dan berbagai tools Google guna meningkatkan produktivitas serta inovasi di dunia pendidikan.


Wira mengungkapkan bahwa ketertarikannya mengikuti program ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Ia ingin berkontribusi sebagai representasi mahasiswa yang mampu mendorong pemanfaatan teknologi secara optimal di lingkungan kampus.


“Melihat perkembangan AI yang begitu cepat, saya ingin menjadi bagian dari perubahan itu. Saya ingin membantu mahasiswa untuk memaksimalkan potensi teknologi agar lebih produktif dan inovatif,” ujarnya.


Informasi mengenai program GSA diperoleh Wira melalui riset mandiri di portal resmi Google for Education serta komunitas teknologi dan media sosial resmi Google Indonesia. Ia juga aktif memantau berbagai program pengembangan kepemimpinan mahasiswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas diri di bidang teknologi.


Proses seleksi GSA sendiri dikenal ketat dan kompetitif. Tahapan seleksi meliputi administrasi, pembuatan konten video kreatif untuk menunjukkan personal branding dan pemahaman teknologi, hingga wawancara mendalam. Penilaian difokuskan pada kemampuan kandidat dalam memberikan dampak nyata melalui solusi digital di lingkungan sekitar.


Program ini diikuti oleh puluhan ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Berdasarkan informasi, jumlah pendaftar tahun ini mencapai lebih dari 20.000 peserta, dan hanya sekitar 2.000 mahasiswa terbaik yang terpilih untuk menjadi bagian dari tim Google di berbagai wilayah.


Wira juga menyampaikan bahwa dukungan dari Program Studi D3 Perbankan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilannya. Kaprodi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi di luar kurikulum formal, khususnya dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam bidang perbankan.


“Dukungan moral dan apresiasi dari kampus menjadi motivasi tambahan bagi saya untuk terus berkembang dan akhirnya bisa lolos di program ini,” tambahnya.


Sebagai penutup, Wira membagikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lainnya. Ia mengajak untuk tidak takut mencoba, terus haus akan ilmu dan teknologi, serta membangun personal branding yang kuat. Selain itu, kemampuan komunikasi dan kepemimpinan juga dinilai penting agar dapat membawa dampak positif bagi lingkungan.


“Jangan pernah menyerah saat gagal, karena masih banyak peluang di luar sana yang bisa dieksplorasi. Justru dari kegagalan itulah awal dari keberhasilan,” pesannya.


Pengumuman kelolosan program Google Student Ambassador sendiri diterima Wira pada 1 April 2026 melalui email resmi.


Tak hanya berprestasi di bidang akademik dan teknologi, Wira juga aktif dalam ajang duta daerah. Ia merupakan Runner Up 1 Kang Kota Serang 2025 dan akan melanjutkan kompetisi ke tingkat Provinsi Banten pada ajang Kang Nong tahun 2026.


Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Untirta lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi, baik di tingkat nasional maupun global. (***).

Sinergi Pendidikan dan Ketenagakerjaan, Untirta Teken MoU dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI

Penandatanganan MoU Kampus Untirta Dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Dilakukan Langsung Oleh Prof. Yassierli, S.T., M, T,. Ph, D. Dengan Prof. Dr.Ir. H. Fatah Sulaiman, S.,T,.M,.T.


SERANG-Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia di Auditorium Kampus Untirta Sindangsari, Rabu, 14 Mei 2025. Acara ini juga dirangkaikan dengan kuliah umum yang disampaikan langsung oleh Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., dan disambut oleh Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., dan jajaran.

Penandatanganan MoU ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara Untirta dan Kementerian Ketenagakerjaan dalam bidang pendidikan, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas lulusan Untirta agar siap memasuki dunia kerja dan memenuhi kebutuhan industri nasional.

Rektor Untirta, Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., menyambut baik kerja sama ini dan berharap dapat memberikan manfaat besar bagi mahasiswa dan lulusan Untirta. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi.

Menurutnya, Untirta merupakan hub dari Kementerian Ketenagakerjaan RI yang siap menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di kancah internasional. Salah satu implementasi dari hal ini menurutnya adalah dengan adanya Program Pendidikan dan Pelatihan Teknisi Industri Kimia (P3TIK) Untirta.

"Dampak pengayaan ini sangat berharga karena disampaikan langsung oleh Pak Menteri terkait dengan ketenagakerjaan baik di level nasional maupun internasional dan terima kasih atas waktunya Pak Menteri yang sudah menyempatkan diri untuk datang ke Untirta," ujarnya. 

Dalam kuliah umum yang diselenggarakan setelah penandatanganan MoU, Menaker menyampaikan materi mengenai tantangan dan peluang ketenagakerjaan di era digital. Mahasiswa Untirta diajak untuk memahami dinamika pasar kerja saat ini dan pentingnya penguasaan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

'Kita harus menjadi negara maju, Indonesia Emas 2045,  sementara dari aspek digital, para pekerja kita masih rendah yakni 19 persen lebih rendah dibanding benchmark kita yang mencapai 60 persen. Bahkan yang 'advance' hanya 6 persen. Jadi, saya ingin berbicara kepada adik-adik semua, kita harus lihat data ini dengan serius. Tantangan yang adik-adik hadapi lebih berat ketimbang waktu saya kuliah 30 tahun lalu. Tantangan semakin berat dan di sinilah adik-adik harus melakukan perencanaan dari sekarang," tegasnya. 

"Ini harus jadi konsen termasuk bapak-bapak yang berada di dunia pendidikan. Mismatch  atau apa yang diajarkan di perguruan tinggi tetapi tidak sesuai dengan industri harus kita reduksi. Harapannya agar bisa diserap ke dunia industri meskipun tidak semua lulusan harus diarahkan ke dunia industri. Kita punya PR besar apalagi perkembangan IT yang semakin dahsyat," terangnya. 

Acara ini merupakan bagian dari upaya Untirta untuk terus menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak guna mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan meningkatkan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional. (***)

PT Sankyu Indonesia dan Untirta Berkolaborasi Majukan Dunia Pendidikan dan Industri

Univeristas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Resmi Menjalin Kerja Sama Dengan PT. Senkyu Indonesia Internasional.

SERANG - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) resmi menjalin kerja sama dengan PT. Sankyu Indonesia Internasional melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di Ruang Multimedia, Gedung Rektorat Untirta, Kampus Sindangsari, Selasa 6 Mei 2025.

Penandatanganan Kerja sama ini di hadiri langsung oleh Rektor Untirta, Prof. Fatah Sulaiman, Dekan Fakultas Teknik, Prof. Jayanudin, Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Tb. Bahtera Rohimudin, Presiden Direktur PT Sankyu Indonesia International Ikuo Morino, didampingi Direktur Bapak Dedi Mufdi Mawardi beserta tim dan para mahasiswa peraih beasiswa PT. Sankyu.

Kerja sama ini mencakup pemberian beasiswa kepada mahasiswa Untirta serta pengembangan kolaborasi lainnya yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dalam sambutannya, Rektor Untirta menegaskan pentingnya membangun jejaring luas antara dunia pendidikan dan industri di era saat ini.

"Saya kira kolaborasi di era sekarang adalah keniscayaan. Bangun kolaborasi seluas-luasnya dengan stakeholder. Bukan hanya beasiswa, tapi juga kita bisa saling memanfaatkan fasilitas yang ada untuk membantu pembangunan, khususnya di Banten dan Indonesia," ujar Rektor Untirta.

Sementara itu, Direktur PT. Sankyu Indonesia, Dedi Mufdi Mawardi menyampaikan rasa bangganya bisa menjalin kerja sama dengan Untirta sebagai perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia.

"Hari ini adalah sejarah bagi kami, karena bisa berkontribusi dan berkolaborasi dengan dunia pendidikan, khususnya kampus negeri ternama di Indonesia, Untirta," ungkapnya.

Lebih lanjut, H. Dedi menyatakan bahwa pengembangan sumber daya manusia ke depan tidak hanya akan difokuskan pada internal perusahaan, namun juga melalui kemitraan dengan institusi pendidikan.

"Mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut, sehingga kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan ini bisa dikembangkan lebih luas di Indonesia," tambahnya. (***)

Ketua DPRD Banten Prediksi Buky Wibawa Jadi Ketua di Munas ADPSI-ASDEPSI

Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Memprediksi Ketua DPRD Jawabarat Buky Winawa, Bakal Menjadi Ketua ADPSI, Periode 2024-2029.


Ketua DPRD Provinsi Banten, Fahmi Hakim memprediksi Ketua DPRD Jabar,  Buky Winawa bakal menjadi Ketua Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) selanjutnya untuk periode 2024-2029 dalam Munas I ADPSI-ASDEPSI di Bandung.

“Insyallah Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) terpilih sebagai ketua ADPSI,” kata Fahmi Hakim kepada Jaringnews.co.id melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (6 Mei 2025).

Politisi dari Fraksi Golkar ini pun mengungkapkan bahwa dalam Munas ADPSI dan ASDEPSI membahas tentang strategi- strategi kemajuan daerah dan menyelaraskannya dengan pemerintah pusat.

“Munas ini merumuskan hal strategi dalam membngun komunikasi dengan pemerintah pusat,” tegasnya.

Jika Ketua DPRD Jabar,  Buky Winawa terpilih menjadi ketua ADPSI periode 2024-2029, Fahmi pun berharap bisa membawa seluruh harapan para anggotanya dan bisa bersinergi dengan pemerintah pusat.

“Iya semoga bisa membawa harapan seluruh pimpinan beserta anggota dan bisa bersinergi dengan pemerintah pusat. Ditambah bisa bermanfaat buat membngun masyarakat masing-masing daerah,” harapnya.

Perlu diketahui bahwa munculnya Nama Buky Wibawa sebagai calon kuat Ketua ADPSI bukan tanpa alasan.

Sebagai Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa memiliki pengalaman dan rekam jejak yang mumpuni di bidang pemerintahan dan legislatif.

Pengalamannya dalam memimpin DPRD Jawa Barat tentu menjadi modal berharga dalam memimpin organisasi sebesar ADPSI.

Adapun Munas I ADPSI-ASDEPSI di Bandung ini akan berlangsung selama tiga hari yang dimulai pada Senin dan berakhir pada Rabu (7 Mei 2025) dengan agenda utama memilih ketua dan pengurus dua organisasi tersebut.***

Mendorong Lahirnya Generasi Unggul dan Inklusif Lewat AMN

Ilustrasi pixabay.com

 

Oleh: Marcus Daramu

 

Badan Intelijen Negara (BIN) terus menunjukkan komitmennya dalam melahirkan generasi muda unggul melalui pembangunan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) di sejumlah wilayah di Indonesia. Saat ini, pembangunan AMN berfokus di Manado, Sulawesi Utara yang nantinya diharapkan menjadi wadah pembinaan bagi para mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia dan mempersiapkannya menjadi pemimpin bangsa yang berkarakter, juga berwawasan kebangsaan.

 

Pembangunan AMN Manado merupakan salah satu dari sekian AMN yang dibangun oleh BIN di seluruh Indonesia. AMN Manado dirancang dengan konsep asrama modern yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, lapangan olahraga, dan tempat ibadah. Selain itu, AMN Manado juga akan menerapkan sistem pembinaan yang komprehensif, yang meliputi pembinaan akademik, moral, dan wawasan kebangsaan.

 

AMN Manado yang merupakan inisiasi BIN juga melibatkan berbagai pihak dalam pembangunannya, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Universitas Sam Ratulangi, serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. AMN Manado tentunya memberikan kesempatan emas bagi pelajar dari berbagai latar belakang di Indonesia untuk mengembangkan potensinya.

 

AMN dibangun berdasarkan Perpres Nomor 106 Tahun 2021, AMN bertujuan menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa serta menyiapkan SDM yang berkualitas dan berintegritas. BIN, yang dipimpin oleh Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan, melakukan pembinaan kebangsaan kepada para mahasiswa yang tergabung di AMN. 

 

Sementara itu, pembangunan AMN dilatarbelakangi oleh usulan dari 61 tokoh Papua dan Papua Barat, yang menyampaikan aspirasi tersebut langsung kepada Presiden RI Joko Widodo pada 10 September 2019 di Istana Negara sehingga keluarlah Perpres 106 tahun 2021 tentang AMN, yang kemudian dicanangkan pembangunannya di 6 lokasi di Indonesia, yakni Kota Surabaya, Yogyakarta, DKI Jakarta, Malang, Makassar dan Manado.

 

Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir. Essy Asiah, menjelaskan bahwa pembangunan AMN di Manado masih berlangsung dan progres pembangunan akan terus dikawal agar berjalan sesuai rencana. Essy mendorong para kontraktor untuk membuat check list pekerjaan setiap minggunya dan menghitung kebutuhan pekerja di masing-masing gedung dalam kawasan AMN Manado. Ia menambahkan bahwa keberadaan AMN di Manado merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah sukses diimplementasikan di Surabaya.

 

Di sisi lain, Pembantu Rektor 1 Universitas Sam Ratulangi Manado, Prof. Dr. Ir. Grevo Soleman Gerung, menyatakan dukungan penuh terhadap realisasi AMN Manado. Dengan arahan dan petunjuk dari Kemendikbudristek, Unsrat Manado berkomitmen memberikan dukungan maksimal terhadap pembangunan AMN tersebut.

 

Mahasiswa yang akan menghuni AMN Manado bisa berasal dari berbagai sumber, termasuk penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) di Unsrat. Namun, Prof. Grevo Gerung menekankan bahwa seleksi tetap akan dilakukan mengingat terbatasnya kuota di AMN Manado. Sementara itu, kuota untuk jalur Program Adik Papua masih dalam pembahasan, di mana pada tahun 2023 Unsrat telah menerima 70 mahasiswa Papua melalui jalur tersebut.

 

Selain fokus pada pengembangan bakat dan minat, AMN Manado juga menjadi wadah pembinaan sosial dan soft skill. AMN yang tersistem mendorong interaksi dan kolaborasi antara mahasiswa dari berbagai daerah dengan latar belakang budaya yang beragam. Hal ini tidak hanya memperkaya wawasan tetapi juga menumbuhkan rasa persatuan dan solidaritas sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Pembinaan karakter di dalam asrama mencakup nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan semangat gotong royong yang merupakan fondasi penting bagi calon pemimpin masa depan.

 

Dengan berbagai fasilitas dan program yang disediakan, AMN Manado berperan penting dalam menciptakan generasi muda yang siap memimpin dan berkontribusi bagi bangsa. Melalui upaya ini, BIN sebagai inisiator berharap dapat mencetak pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas dan terampil, tetapi juga memiliki karakter kuat dan berwawasan kebangsaan yang kokoh. 

 

Sebelumnya, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo atau Romo Benny, menyampaikan pandangannya terkait keberadaan AMN di Manado. Menurut Romo Benny, AMN sangat layak menjadi tempat kaderisasi para pemimpin masa depan bangsa. Pembangunan AMN Manado dinilai ideal karena nantinya tidak hanya akan diisi oleh mahasiswa dari Manado, tetapi juga dari berbagai wilayah lain di Indonesia.

 

Romo Benny juga optimis bahwa AMN akan menjadi salah satu program penting untuk mencetak generasi unggul yang inklusif. Kolaborasi melalui pendidikan bercirikan inklusif seperti ini dianggap sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkarakter.

 

Harapan besar ditempatkan pada generasi muda yang tinggal di AMN Manado nantinya. Para mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama masa pendidikan di kampus maupun di asrama untuk menghadapi tantangan global dan berkontribusi secara signifikan bagi kemajuan bangsa. Lingkungan asrama yang memfasilitasi interaksi antar mahasiswa dari berbagai daerah ini tentu diharapkan dapat mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, menjadikan calon-calon pemimpin yang berintegritas dan toleran.

 

Di masa depan, AMN Manado akan menjadi salah satu fondasi bagi terbentuknya komunitas mahasiswa yang dinamis, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Alumni AMN akan siap untuk membawa Indonesia menuju era baru yang lebih maju dan berdaya saing di kancah internasional. Dengan demikian, pembangunan AMN Manado ini merupakan investasi penting untuk masa depan yang lebih cerah bagi bangsa Indonesia.**

 

Aktivis Pendidikan dari Manado, Sulut

AMANAH Menjadikan Seni dan Budaya Lokal Terkenal Luas



Oleh : Cut Mutia 


Seni dan budaya lokal masyarakat menjadi semakin terkenal dengan sangat kuas berkat keberadaan Youth Creative Hub Aceh atau Gedung Pusat Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH).

Adanya program binaan Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN RI) tersebut menjadikan kesenian dan juga budaya lokal khas daerah milik masyarakat menjadi semakin terkenal dengan sangat luas.

Saat ini kini seni dan budaya lokal tradisional dari masyarakat telah semakin terkenal dengan luas, maka bukan tidak mungkin, publik, termasuk generasi muda jaman sekarang bahkan hingga masyarakat lintas negara mengetahui dan kenal akan keberadaan kesenian serta budaya lokal tersebut.

Kegiatan terbaru yang AMANAH laksanakan, yakni membuka pendaftaran Aceh Carnival sejak tanggal 17 hingga 26 Juni 2024 dengan tujuan untuk semakin memperkenalkan, mencintai dan juga sebagai ajang promosi seni dan budaya lokal kepada para generasi muda penerus bangsa.

Aceh Carnival yang Program AMANAH laksanakan mampu menjadikan seluruh generasi muda jauh lebih mengenal, mencintai serta turut berperan serta secara aktif atau memiliki andil dalam mempromosikan seni budaya daerah mereka masing-masing.

Bukan hanya itu, namun Gedung Pusat AMANAH juga melangsungkan pendaftaran kompetisi model yang menjadi sebagai wadah nyata bagi seluruh pemuda asal daerah berjuluk Negeri Rencong itu, khususnya mereka yang memang memiliki minat serta bakat pada bidang model agar semakin berkembang lagi.

Untuk pendaftaran kompetisi model sendiri berlangsung pada tanggal 16 hingga 26 Juni 2024 dengan membuka beragam kategori, seperti model cover, catwalk, busana casual dan juga busana malam terbaik. 

AMANAH juga menggandeng beberapa pihak lainnya tatkala melangsungkan berbagai macam kegiatan sangat positif mereka bagi anak muda, seperti halnya kerja sama dengan Kampus Universitas Syiah Kuala (USK), Kota Banda Aceh yang bertujuan untuk terus membangkitkan serta meningkatkan kreativitas dan menjalin kolaborasi kepada generasi muda.

Salah seorang influencer nasional, Syakir Daulay mengatakan seluruh generasi muda Aceh sangat penting untuk bisa membangun kolaborasi bersama. Pasalnya, hal tersebut menjadikan adanya penciptaan akan peluang baru, sehingga menjadikan mereka tidak hanya sekedar menunggu saja kesempatan yang datang, namun menjemputnya bahkan menciptakan kesempatan tersebut sendiri.

Sebab, dari adanya kolaborasi antar beragam pihak tersebut, akan memunculkan banyak sekali nilai positif yang besar, sehingga dapat membawa perubahan bagi masa depan daerah, khususnya Aceh menjadi jauh lebih baik lagi ke depannya.

AMANAH hadir secara langsung di tengah-tengah generasi muda penerus bangsa sebagai fasilitator mereka semua untuk saling merealisasikan beragam ide kreatif dan inovatifnya. Dengan demikian, akan tercipta peluang baru dan akan semakin membesarkan value yang ada sebelumnya.

Salah seorang mahasiswi, Salsabila Heldika Putri mengaku dirinya sangat terinspirasi oleh berbagai macam acara dan kegiatan yang Gedung Pusat Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat laksanakan.

Karena memang AMANAH sendiri hadir sebagai wadah untuk terus memacu kreativitas dari para generasi muda yang memiliki potensi sangat besar namun selama ini masih belum menemukan arang yang jelas mereka hendak ke mana.

Pembangunan Youth Creative Hub Aceh memiliki tujuan untuk memfasilitasi pengembangan segala potensi yang berada di Negeri Rencong, baik itu dalam aspek sumber daya manusia (SDM) maupun pada aspek lain seperti sumber daya alam (SDA). Kedua aspek penting yang menjadi kekayaan atau potensi luar biasa Aceh itu akan mendapatkan pengelolaan yang maksimal demi kemajuan Indonesia.

Terdapat 9 pokok fungsi AMANAH, yakni sebagai pusat kreativitas berbasis Aceh, kemudian mampu menjadi tempat pelatihan dan workshop, sebagai inkubator para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau inkubator bagi usaha itu sendiri, mampu menjadi ruang kolaborasi, galeri seni dan pameran, sentra teknologi, program kreatif berbasis lingkungan, kegiatan budaya dan seni hingga kemitraan dan jaringan.

Sementara itu, salah seorang volunteer AMANAH, Atha Fayyadh menjelaskan bahwa program inisiasi lembaga pimpinan Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan itu merupakan sebuah program unggulan milik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam bidang pemberdayaan masyarakat.

Maka dari itu, sangat banyak sekali bentuk pemberdayaan yang AMANAH gelar dan naungi bahkan pada berbagai bidang sekaligus, termasuk pada dunia model, pertanian, perikanan dan lain sebagainya.

Meski bernama Gedung Pusat Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat, namun nyatanya AMANAH bukan hanya sekedar bangunan fisik semata, melainkan juga menjadi wadah bagi generasi muda dalam pengembangan potensi serta kreativitas mereka.

Beragam fasilitas hingga program lengkap dalam AMANAH, dapat menjadi katalisator yang sangat maksimal bagi kemajuan di berbagai sektor, seperti perkebunan, pertanian, perikanan termasuk sektor teknologi hingga pengembangan UMKM. Tidak hanya itu, namun seni dan budaya lokal khas daerah turut menjadi semakin terkenal.*


)* Penulis adalah Mahasiswa Aceh tinggal di Jakarta

AMANAH Mengembangkan Minat dan Bakat Kalangan Santri



Oleh : Ramzi Harli


Program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) sangat optimal dalam upayanya mengembangkan minat dan bakat dari kalangan santri di daerah berjuluk Tanah Rencong tersebut.

Sejatinya, memang seluruh generasi muda di Aceh, termasuk mereka yang berasal dari kalangan santri memiliki minat dan bakat terpendam serta potensi yang sungguh sangat luar biasa. Namun sayang sekali mereka kekurangan wadah atau fasilitas yang memadai demi pengembangan kedua hal itu.

Oleh karenanya Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Badan Intelijen Negara (BIN) kemudian menggalakkan salah satu program unggulan dalam rangka semakin mengoptimalkan pengembangan minat dan bakat dari kalangan santri melalui AMANAH.

Untuk pelatihan dalam rangka pengembangan minat dan bakat dari kalangan santri sendiri, AMANAH memiliki sejumlah program unggulan yang mencakup berbagai macam sektor.

Beberapa sektor pelatihan sebagai program unggulan dalam AMANAH adalah pada sektor pertanian, perikanan, peternakan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), industri ekonomi kreatif, olahraga hingga banyaknya gerakan sosial.

Tidak tanggung-tanggung, bahkan AMANAH memiliki komitmen sangat kuat untuk memberikan perhatian sangat khusus terhadap dunia pesantren di Aceh atau yang biasa dikenal sebagai dayah.

Banyaknya kegiatan yang AMANAH lakukan mampu terus menginspirasi dan memberikan dukungan pada seluruh pemuda asal daerah berjuluk Serambi Mekkah tersebut sehingga mereka terus berkarya dan menunjukkan kontribusi positifnya bagi keberlangsungan Tanah Air.

Salah satu influencer ternama Indonesia, Syakir Daulay berharap bahwa dengan adanya berbagai macam kegiatan positif termasuk pelatihan dalam AMANAH, maka akan mampu membawa anak-anak muda Aceh hingga ke kancah nasional bahkan internasional.

Apresiasi dari berbagai pihak terus berdatangan pada rangkaian acara yang AMANAH laksanakan karena bukan hanya sekedar mendengarkan seluruh aspirasi kaum pemuda saja, melainkan juga memberikan panggung bagi mereka untuk bisa terus tampil dan berkarya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren (Dayah) Babussalam Al Aziziyah, Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab menyambut dengan sangat baik berbagai macam program yang AMANAH selenggarakan karena dapat menjadi solusi konkret bagi permasalahan yang sedang anak muda alami, utamanya dalam menghadapi gejolak dan tantangan ekonomi.

Rangkaian kemampuan atau keahlian yang memungkinkan generasi muda penerus bangsa untuk menghadapi tantangan dalam dunia ekonomi, yakni dengan memanfaatkan pengembangan minat serta bakat mereka menjadi hal yang sangat penting untuk diajarkan bahkan sejak dini.

Karena dengan adanya pengajaran melalui pendekatan yang tepat, memungkinkan para anak muda untuk semakin mengembangkan minat dan bakat mereka, sehingga menempa mereka untuk menjadi sosok pribadi yang tidak manja, melainkan bisa mandiri dan lebih tangguh.

Di sisi lain, salah seorang santriwati, Wilda Shaleha juga memberikan apresiasi sangat tinggi. Dirinya menyatakan bahwa acara yang AMANAH gelar sangatlah inspiratif dan mampu memberikan peluang sangat besar bagi para santri agar mereka menjadi entrepreneur namun di sisi lain sambil tetap menuntut ilmu.

Memang program dalam AMANAH sangatlah luar biasa, khususnya dalam memotivasi para santri untuk mengembangkan minat dan bakat mereka sehingga bisa menjadi seorang pengusaha yang mandiri dan sukses.

Bukan hanya itu, namun terdapat program unggulan lain berupa pelatihan dalam AMANAH yang mendukung penuh generasi muda penerus bangsa di Aceh agar bisa sukses di industri fashion.

Terdapat pelatihan fashion designer kepada para anak muda di daerah berjuluk Tanah Rencong tersebut sebagai panggung atau wadah dari pemuda untuk menuangkan seluruh kreativitas mereka serta beragam idenya.

Dalam pelatihan tersebut, terlihat bahwa tidak sedikit dari para anak muda Aceh ternyata meski mereka masih pemula, namun memiliki bakat atau potensi yang sungguh sangat luar biasa. Bahkan hanya dengan mendapatkan sedikit bimbingan saja, mereka bisa menjadi seorang fashion desainer muda berbakat.

Kenyataan tersebut sebenarnya menunjukkan secara nyata bahwa sejatinya memang generasi muda penerus bangsa asal daerah berjuluk Serambi Mekkah itu memiliki daya dan potensi yang tinggi.

Namun sayangnya potensi serta bakat terpendam itu selama ini kurang bisa tertonjolkan akibat tidak ada atau kurangnya fasilitas dan wadah untuk mereka mengasah minat dan bakatnya. Oleh karena itu, kehadiran AMANAH jelas merupakan jawaban yang sangat konkret atas permasalahan itu.

Pendekatan yang terus relevan dan tepat, senantiasa AMANAH langsungkan kepada seluruh generasi muda penerus bangsa agar mereka tetap antusias dan semangat dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan.

Hal tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak bukti konkret bahwa memang AMANAH sudah sangat optimal dalam upayanya untuk mengembangkan minat dan bakat dari kalangan santri di Aceh.***


Penulis adalah Kontributor Persada Institute, tinggal di Aceh

Ini Cara Untirta Cegah Gratifikasi di Perguruan Tinggi

Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Prof. Dr.-Ing. Ir. Asep Ridwan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Agus Sjafari, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Prof. Dr. Alfirano, Ketua SPI Untirta Prof. Dr. Rudi Zulfikar beserta tim SPI, Para Dekan dan Direktur Pascasarjana, para kepala biro, kepala UPA, kepala bagian, serta ketua pokja di lingkungan kampus Untirta. Hadir sebagai Narasumber antara lain Gebri Septi Azani dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Yuni Daru Winarsih, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Hadiri Acara Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi Yang Di Gelar Universitas Sultan Agen Tirtayasa (Utirta).


Serang, – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar acara sosialisasi pengendalian gratifikasi di Ruang Multimedia gedung Rektorat lantai 1 pada hari Rabu siang (12/6) secara hybrid. Kegiatan ini diinisiasi oleh Satuan Pengawas Internal (SPI) Untirta dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, yakni Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Prof. Dr.-Ing. Ir. Asep Ridwan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Agus Sjafari, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Prof. Dr. Alfirano, Ketua SPI Untirta Prof. Dr. Rudi Zulfikar beserta tim SPI, Para Dekan dan Direktur Pascasarjana, para kepala biro, kepala UPA, kepala bagian, serta ketua pokja di lingkungan kampus Untirta. Hadir sebagai Narasumber antara lain Gebri Septi Azani dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Yuni Daru Winarsih, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Banten.

Rektor Untirta, Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, dalam sambutannya sekaligus membuka acara, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi ini. Menurut beliau, kegiatan ini sangat penting untuk terus melakukan perbaikan dalam tata kelola perguruan tinggi negeri. “Ini sesuai dengan kesepakatan seluruh pimpinan perguruan tinggi di Indonesia untuk mewujudkan tata kelola yang berintegritas,” katanya. Rektor juga menekankan perlunya perbaikan budaya lama yang ada di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Ketua SPI Prof. Dr. Rudi Zulfikar menekankan pentingnya memahami gratifikasi bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai praktik yang harus diwaspadai dan dikendalikan. ” SPI Untirta berkomitmen menyampaikan kepada seluruh sivitas akademika untirta mekanisme bagaimana gratifikasi ditingkat perguruan tinggi,” ujarnya.

Gebri Septi Azani dari KPK menjelaskan bahwa gratifikasi erat kaitannya dengan suap dan dapat berbentuk uang, barang, fasilitas, komisi, dan lainnya. “Gratifikasi terbagi menjadi dua jenis, ada yang wajib dilaporkan dan tidak wajib dilaporkan,” jelasnya. Ia juga memaparkan data tahun 2023 yang menunjukkan bahwa 73% dosen di Indonesia menerima bingkisan dari mahasiswa dan 26% praktik pemberian kepada asesor selama penilaian akreditasi kampus. Selain itu, KPK meluncurkan aplikasi JAGA.ID sebagai upaya pencegahan korupsi yang mendorong transparansi pelayanan publik dan pengelolaan aset negara.

Yuni Daru Winarsih, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, menjelaskan sanksi bagi pemberi gratifikasi sesuai dengan pasal 5 UU No. 20 Tahun 2001, yakni pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta denda antara 50 juta hingga 250 juta rupiah. “Pasal 12 UU No. 20 Tahun 2021 juga mengatur denda pidana seumur hidup atau penjara 4 hingga 20 tahun dan denda 200 juta hingga 1 miliar rupiah,” tambahnya. Ia juga menyebutkan bentuk gratifikasi yang mungkin terjadi di perguruan tinggi seperti penyuapan terkait promosi, hadiah kepada dosen dengan tujuan tertentu, penerimaan mahasiswa baru, dan jual beli nilai.

Acara ini diakhiri dengan kegiatan kuis yang melibatkan partisipasi aktif dari para peserta. Sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat komitmen semua pihak di lingkungan Untirta untuk mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang bersih dan berintegritas. (Adv)

Bunda Paud Provinsi Banten Tine Al Muktabar: Paud Ciptakan Anak Sehat Cerdas Ceria Berkarakter

Bunda Paud Provinsi Banten Tine Al Muktabar, Menucapkan Selamat HUT Ke-67 Pusat Pengembanga Pendidikan Anak Usia Dini (PP-PAUD) di Gedung Negara Provinsi Banten Kota Serang.

Bunda Paud Provinsi Banten Tine Al Muktabar sebut tujuan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) ciptakan anak sehat, cerdas, ceria dan berkarakter. "Saya mengajak penyelenggara Paud berorientasi tidak hanya aspek bisnis tapi juga mendidik anak sejak dini," ungkap Tine Al Muktabar, pada Peringatan HUT ke-67 PP-Paud GOPTKI dan Webinar Gerakan Transisi Paud ke SD yang Menyenangkan di Gedung Negara Provinsi Banten Jl. Brigjen KH Syam’un No.5 Kota Serang, Kamis (6/6/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Tine Al Muktabar mengucapkan Selamat HUT ke-67 Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PP-Paud). PP Paud  dulunya bernama Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI). Paud bertujuan menciptakan anak-anak yang sehat, cerdas, ceria, dan berkarakter.

“Selamat HUT ke-67 PP-Paud,” ucapnya.

“Tujuan Paud menciptakan anak-anak yang sehat, cerdas, ceria, dan berkarakter,” tambah Tine.

Tine mengajak para pengurus PP-Paud dan GOPTKI Provinsi Banten bersyukur bahwa PP-Paud sudah berusia 67 Tahun. 

“Semoga semakin berkibar dalam pelaksanaan pendidikan anak usia dini,” ucapnya.

“Marilah kita memiliki orientasi yang benar, tidak hanya aspek bisnis tapi juga mendidik anak sejak dini,” tambah Tine.

Dikatakan, pendidikan anak usia dini menanamkan sistem nilai untuk bekal anak. Utamanya dalam menghadapi Indonesia Emas 2045. Karena Anak-anak usia dini saat ini yang akan menjadi generasi Indonesia Emas 2045.

“Dengan berkolaborasi bersinergi dan berhimpun bisa saling berbagai pengalaman,” ucap Tine.

Dikatakan, pada prinsipnya karakter atau sistem nilai harus ditanamkan sejak dini. Sistem nilai baik ditanamkan sejak dini dari keluarga oleh para bunda. 

“Untuk menjadi anak baik, kita optimalkan tumbuh kembang otak anak agar memiliki fungsi yang baik. Jangan sampai terganggu. Kalau fungsi otak terganggu, perilakunya bisa terganggu,” jelas Tine.

“Pola asuh yang baik tidak boleh dengan kekerasan,” tambahnya.

Dalam Webinar Gerakan Transisi Paud ke SD yang menyenangkan itu menghadirkan narasumber utama Bunda Paud Provinsi Banten yang merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr dr Tine Al Muktabar dan Yeni Rachmawati PhD, Ketua Prodi Pendidikan Guru Paud Universitas Pendidikan Indonesia, Tine menekankan para penyelenggara Paud Provinsi Banten untuk melaksanakan transisi Paud ke SD yang menyenangkan.

“Paud untuk memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang sesuai dengan aturan-aturan dan pakem-pakem yang berlaku saat ini,” ucapnya.

“Tidak ada lagi kesalahan dalam proses pembelajaran yang memaksakan anak usia dini dengan pembelajaran-pembelajaran yang kaku, tidak menyenangkan bahkan mendrill untuk bisa baca, tulis, dan hitung,” tambahnya.

Melalui Webinar yang dilaksanakan, Tine berharap para pendidik anak usia dini melaksanakan pendidikan dengan konsep bermain yang menyenangkan namun bermakna. Para pendidik juga berperan untuk mengedukasi para orang tua atau komite agar memberikan pemahaman anak usia dini tidak boleh dipaksa untuk bisa baca, tulis, dan hitung.

“Proses pembelajaran sampai usia delapan tahun itu masih menganut paham-paham belajar yang menyenangkan,” jelasnya.

“Itu menjadi bekal pondasi untuk kemampuan anak belajar secara mandiri nanti di kelas-kelas tiga, empat, dan seterusnya,” tambah Tine.

Dirinya berharap, ke depan tidak ada lagi kesenjangan antara proses pembelajaran di Paud dan SD. Untuk itu, dirinya sebagai Bunda Paud Provinsi Banten ajak Semua Pihak mengawal proses transisi anak Dari Paud ke SD. Serta meminta Dinas Pendidikan komitmen mengawal proses pembelajaran guru-guru SD di kelas satu, dua, dan tiga. (Yus/Red)

Bunda Paud Provinsi Banten Tine Al Muktabar Sinergikan Program Paud dalam Revitalisasi Posyandu

Bunda Paud Provinsi Banten Tine Al Muktabar, Dalam Rapat Koordinasi Bunda Paud Se-Provinsi Banten Mengingatkan Program Bunda Paud Se-Provinsi Banten Agar Sinkron Dengan Program Pemerintah.


Bunda Paud Provinsi Banten Tine Al Muktabar mengatakan, Pokja Paud Provinsi Banten sinergikan program dalam revitalisasi Posyandu melalui Taman Bermain. Tujuannya, memaksimalkan tumbuh kembang otak anak melalui pendidikan dengan konsep bermain yang memberikan pengalaman serta edukasi kepada orang tua dalam memaksimalkan stimulasi tumbuh kembang anak.

Hal itu diungkap Tine Al Muktabar usai Rapat Koordinasi Bunda Paud se-Provinsi Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Jl Brigjen KH Tb Syam’un No. 5 Kota Serang, Rabu (29/4/2024). Rapat bertujuan untuk sinkronisasi dan sinergitas program Bunda Paud se-Provinsi Banten.

“Ini merupakan amanat dari Peraturan Presiden tentang Paud Holistik Integratif terkait perkembangan anak usia dini di Posyandu. Juga dari Permendagri yang mengoptimalkan Posyandu tidak hanya dari aspek kesehatan saja tetapi juga enam aspek layanan dasar termasuk pendidikan,” jelasnya.

“Oleh karenanya, Bunda Paud sebagai Ketua TP PKK juga selaku Ketua Pembina Posyandu, bisa mengintegrasikan ketiga kompetensi itu dalam menerjemahkan fungsi layanan Posyandu. Saat ini kami menggagaskan mengoptimalkan Posyandu yang saat ini masih di aspek kesehatan saja pada anak usia dini,” tambah Tine.

Dikatakan, tumbuh kembang anak usia dini kalau tidak dikawal akan berdampak tidak baik terhadap tumbuh kembang anak usia dini. Caranya menstimulasi anak di Posyandu dengan baik, mengajarkan konsep-konsep bermain yang edukatif, serta mengedukasi orang tua dan keluarganya.

“Pengasuhan itu secara bergotong-royong. Pengasuhan yang tepat, stimulai yang tepat, oleh orang yang tepat. Insya Allah menjadi pondasi tumbuh kembang anak” ucap Tine.

Diakui Tine, input kader Posyandu yang memiliki latar belakang berbeda-beda menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas kompetensi para kader. Sehingga perlu materi yang sesuai dan mumpuni. 

“Meskipun melalui pembelajaran online tapi mampu memberikan pelatihan bagaimana kader Posyandu memiliki pengetahuan tentang bagaimana menstimulasi, bagaimana mengembangkan metode bermain yang bermakna bagi anak, serta mengedukasi atau memberi contoh kepada orang tua bagaimana menstimulasi sesuai umur anak,” jelasnya. 

Dalam Rakor tersebut, Tine juga mengingatkan para Bunda Paud agar program-programnya sinkron dengan program-program pemerintah. Program-program yang disusun agar bisa dikomunikasikan kepada pemangku kebijakan.

“Anak Usia Dini merupakan usia emas pada siklus kehidupan manusia. Sampai usia enam tahun sebagai pondasi anak. Pendidikan merupakan hak anak usia dini,” ucap Tine.

“Tidak hanya pandai tapi juga berkarakter. Anak-anak uia dini inilah yang akan berperan pada 2045 nanti. Anak-anak harus memiliki daya saing dan berkarakter kuat,” tambahnya.

Dikatakan, para orang tua juga diedukasi agar tidak kehilangan momen usia emas pada tumbuh kembang anak.

‘Hingga usia dua tahun, perkembangan otak anak-anak mencapai 80 persen dari otak orang dewasa,” jelas Tine.

“Pertumbuhan otak diawali oleh pendidikan dan kesehatan. Pembelajaran bisa melalui permainan yang menopang tumbuh kembang anak. Konsepnya pendidikan anak usia dini melalui permainan yang memberikan pengalaman,” tambahnya.

Dikatakan, melalui Taman Bermain di Posyandu, bagaimana pendidikan anak usia dini ke depan tidak hanya pada usia tiga hingga enam tahun. Namun juga untuk usia hingga 2 tahun.

Masih menurut Tine, melalui stimulasi pendidikan dengan konsep bermain yang memberikan pengalaman akan memaksimalkan pertumbuhan otak anak.

“Saya harapkan Bunda Paud se-Provinsi Banten punya program kerja pendidikan hingga usia dua tahun dengan konsep sambil bermain di Posyandu,” ucapnya.

Melalui program Ini, dirinya berharap revitalisasi Posyandu melalui pendidikan dengan konsep taman bermain diaktifkan.

“Tidak hanya datang, ditimbang, diberikan makanan tambahan, lalu pulang. Tapi juga bermain. Anak-anak seminggu sekali bermain di Posyandu. Ada aspek sosial anak serta edukasi kepada orang tua,” ungkap Tine.

“Mudah Allah SWT membalas kebaikan ibu semua dalam mengawal tumbuh kembang anak-anak generasi Emas Indonesia 2045,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Pokja Paud Provinsi Banten Yayah Rukhiyah mengatakan Rakor telah menghasilkan sinergitas program kerja Pokja Paud Kabupaten/Kota dan mensinkronkan program kerja Pokja Paud Provinsi Banten dalam pembelajaran peningkatan kualitas kompetensi pendidik Paud di Posyandu. Juga program Transisi Paud SD Menyenangkan untuk mengakomodir hak bahagia anak. 

“Juga apresiasi terhadap Bunda Paud yang bisa mengaplikasi dari hasil rapat koordinasi hari ini. Pelaksanaan program kerja ini akan dievaluasi dan diberikan apresiasi,” ungkapnya.

Dijelaskan, dalam peningkatan kualitas kompetensi pendidik akan diselenggarakan secara online. Merupakan program terobosan yang dilakukan Bunda Paud Provinsi Banten. Materi sekolah online merupakan aspek stimulasi tumbuh kembang anak. (Ibs/Red)

Plh Sekda Banten Virgojanti Harapkan Guru Ciptakan Generasi Berakhlak Mulia, Berbudaya dan Cerdas

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) Virgojanti Berikan Materi Terkait Rancangan Pembangunan Daerah (RPD) 2025 kepada Para Peserta Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang, Selasa (28/5/2024).


Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) Virgojanti berikan materi terkait Rancangan Pembangunan Daerah (RPD) 2025 kepada para peserta Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang, Selasa (28/5/2024). Virgo berharap guru dapat menciptakan generasi berakhlak mulia, berbudaya dan cerdas.

"Baru saja saya mengisi salah satu materi terkait perencanaan pembangunan daerah untuk menambah wawasan para ASN khususnya dari PPPK melalui bidang kependidikan," ungkap Virgojanti.

Selanjutnya, Virgojanti mengatakan sebagai abdi negara khususnya di bidang pendidikan memiliki peran dalam menyukseskan dunia pendidikan di Provinsi Banten.

"Saya harap mereka (PPPK Guru) mampu mencetak generaai yang berakhlak mulia, berbudaya dan cerdas. karena itu menjadi salah satu untuk kita  menuju Indonesia unggul dan Indonesia Emas 2045," katanya.

Selain itu, kata Virgojanti, tenaga pendidik juga menjadi garda terdepan pada pelayanan publik khususnya dalam mencerdaskan anak bangsa.

"Saya juga mendorong mereka untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah,  mereka harus berkoordinasi dengan sekolah-sekolah SMP agar siswa termotivasi untuk menggapai pendidikan yang tinggi," imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Virgojanti juga berpesan kepada tenaga kependidikan untuk dapat bersama-sama menjaga dan merawat setiap sarana dan prasarana sekolah. Sehingga mampu menjadikan lingkungan yang aman dan nyaman.

"Maka saya titip kepada mereka untuk dapat memelihara sarana dan prasarana yang ada," jelasnya.

Sementara, Kepala BPSDMD Provinsi Banten Untung Saritomo menyampaikan, pihaknya akan melaksanakan orientasi PPPK Guru Provinsi Banten sebanyak 7 gelombang. Dimana pada orientasi tersebut para peserta diberikan materi terkait Pemerintah Provinsi Banten dan lainnya.

"Ini merupakan gelombang ketiga dan setiap gelombang itu terdapat 160 orang peserta. Untuk setiap gelombang dilaksanakan selama  tiga hari," pungkasnya. (Tri/Red)

Rektor Untirta Optimis Akreditasi Untirta Unggul

Tim Akreditasi Institusi Universitas Sulatan Ageng Tirtayasa (Untirta),Melakukan Submit Berkas Mengenai Persiapan Akreditasi Perguruan tinggi, Rabu (22/05/2024).

Serang – Tim Akreditasi Institusi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melakukan submit berkas mengenai persiapan akreditasi perguruan tinggi, Rabu (22/05/2024).

Hadir dalam kegiatan ini Prof. Fatah Sulaiman, selaku Rektor Untirta, Dr. Rusman, selaku Wakil Rektor bidang Akademik, Prof. Asep Ridwan, selaku Wakil Rektor bidang Keuangan dan Umum, Dr. Agus Sjafari, selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Alfirano, selaku Wakil Rektor bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Wahyu Susihono, selaku Kepala LPMPP Untirta, Prof. Meutia, selaku Kepala LPPM Untirta, Tim Akreditasi Institusi Untirta, serta para Pimpinan Untirta.

Rektor Untirta menyampaikan apresiasi kepada Tim Akreditasi Institusi Untirta yang sudah bekerja keras menyiapkan seluruh dokumen persyaratan yang akan diunggah dan menjamin bahwa semua dokumen tersebut sudah sesuai dengan standar yang diharapkan untuk mencapai akreditasi unggul.

“Saya tadi sudah berdiskusi dengan tim akreditasi institusi Untirta yang siang malam sudah bekerja keras menyiapkan seluruh dokumen persiapan untuk submit akreditas perguruan tinggi dan saya yakin Untirta akan kembali mendapat akreditasi unggul seperti semula,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala LPMPP Untirta juga menyampaikan bahwa seluruh dokumen yang akan di submit pada hari ini sudah disiapkan sejak 5 bulan yang lalu dan melibatkan 54 orang didalamnya.

“Hari ini sudah tiba waktu kita untuk submit seluruh dokumen persiapan akreditasi perguruan tinggi yang sudah disiapkan oleh tim akreditasi institusi Untirta yang didalamnya melibatkan 54 orang dan seluruh dokumen ini sudah disiapkan sejak 5 bulan yang lalu,” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Rektor Untirta sebagai orang pertama yang mengawali proses submit ini sekaligus simbolis bahwa seluruh instrumen persiapan akreditasi perguruan tinggi dipercaya dapat mengembalikan akreditasi Untirta menjadi unggul.

“Tadi Pak Rektor sudah mengawali sebagai simbolis klik submit dokumen yang kemudian akan dilanjutkan oleh tim akreditasi institusi Untirta serta akan disaksikan oleh para Wakil Rektor dan para Pimpinan Untirta,” ucapnya.

Prof. Wahyu juga menyampaikan harapannya mengenai seluruh Tim Akreditasi Institusi Untirta agar tetap menjaga kesehatannya karena perjuangan akan terus dilanjutkan dan ia berharap ketika ada visitasi dari tim BAN-PT ke Untirta, semuanya sudah sesuai dengan yang diharapkan.

Dengan dihadiri oleh para Pimpinan Untirta, kegiatan submit instrumen persiapan akreditas perguruan tinggi hari ini diharapkan dapat mengembalikan akreditasi Untirta menjadi unggul. (Yus/Red) 

Pemprov Banten dan FORPAK Selenggarakan Pendidikan Antikorupsi Bagi Pramuka

Pemerintah Provinsi (PemProv) Banten Bersama Forum AntiKorupsi(FORKAP) Banten Dan Kwartir Daerah (KWARDA) Pramuka Provinsi Banten Menggelar Kuliah Umum Pendidikan Anti Korupsi, Sabtu (25/5/2024) Di Aula KWARDA Pramuka Provinsi Banten.


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Forum Penyuluh Antikorupsi (FORPAK) Banten dan Kwartir Daerah (KWARDA) Pramuka Provinsi Banten menggelar Kuliah Umum Pendidikan Antikorupsi di Aula KWARDA Pramuka  Provinsi Banten, Sabtu (25/5/2024). Kuliah umum tersebut mengusung tema 'Membangun Budaya Antikorupsi untuk Mewujudkan Pramuka Berintegritas'.

Sekretaris Inspektorat Provinsi Banten Ratu Syafitri Muhayati mengatakan kegiatan tersebut merupakan sebagai upaya mengimplementasikan Peraturan Gubernur Banten Nomor 40 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi.

"Kita memiliki peran guna bersinergi antara forum dan Pemprov Banten untuk mengawal implementasi budaya antikorupsi sedini mungkin, termasuk kepada lembaga KWARDA Banten ini," ungkap Fitri.

Ketua FORPAK Banten itu juga menyampaikan, KWARDA Provinsi Banten menaungi didalamnya mulai dari anak-anak hingga ketingkat dewasa. Sehingga KWARDA Provinsi Banten memiliki peran dalam menanamkan budaya antikorupsi.

"Inti materi yang kami sampaikan ini lebih mengajak, bahwa budaya antikorupsi harus ada pada diri masing-masing kita untuk lebih baik dan berintegritas," katanya.

Selain itu, kata Fitri, penyuluhan ini bertujuan untuk menyampaikan dari bahayanya tindakan korupsi, gratifikasi, suap hingga benturan kepentingan.

"Kita berharap dengan penyuluhan ini masyarakat mengetahui bahayanya korupsi, gratifikasi dan lainnya," imbuhnya.

Terpisah, Ketua KWARDA Provinsi Banten Septo Kalnadi menuturkan pentingnya menanamkan sikap dan budaya antikorupsi sejak dini, sehingga hal itu dapat menjadi bagian aliran nadi kehidupan sehari-hari.

"Kita berharap dari kegiatan ini mampu menanamkan sikap antikorupsi," ujarnya.

Septo juga berpesan kepada anggota Pramuka di Provinsi Banten untuk menanamkan budaya antikorupsi sejak awal.

"Jadikan budaya antikorupsi masuk dalam aliran darah sehingga kita bisa cegah korupsi sesuai Dasa Darma Pramuka, yakni bertanggungjawab dan dapat dipercaya suci dalam pikiran dan perbuatan," pungkasnya. (Tri/Red)

Hadir di Harbukfes, Dahnil Anzar Sebut Pertahanan Budaya di Indonesia Lemah

Dr. Dahnil Anzar Jadi Narasumber Pada Harbukfes Di Lab.Terpadu Kampus Untirta.

SERANG - Dr. Dahnil Anzar yang merupakan penulis buku 'Politik Pertahanan' dan pernah menjadi akademisi Untirta turut memeriahkan kegiatan Harbukfes, Pada perspektifnya sebagai penulis, ia mengatakan bahwa politik pertahanan juga meliputi soal pertahanan budaya. 

Ia mencontohkan Korea Selatan yang mampu membangun kolonialisasi budaya dimulai dari sisi makanan, film, sampai mampu menyihir 'style' anak muda Indonesia. "Saat ini standar kegantengan itu dipengaruhi oleh gaya dari orang Korea, dimana yang lebih glowing atau lebih putih itu kulitnya dia lebih ganteng," ujarnya saat jadi narasumber pada diskusi hari kelima Harbukfes, di Laboratorium Terpadu, Kampus Untirta, Sindangsari, Kabupaten Serang, Jumat, 17 Mei 2024.


"Perspektifnya begitu. Padahal di satu kebudayaan lain mungkin yang lebih ganteng itu adalah lelaki yang gondrong. Ganteng itu Relatif dan tergantung dari perspektif kebudayaan," imbuhnya.


Menurut Dahnil, ini menjadi titik kelemahan Indonesia dalam pertahanan kebudayaan. Misal soal gastronomi atau kuliner, ia menjabarkan banyak 'food vlogger' yang sama sekali tidak berbicara soal budaya dan sejarahnya.


"Kita bicara soal 

 pada kuliner. Misal ketika bicara soal sejarahnya banyak konten yang tidak berkonten, bukan seperti Bondan Winarno yang konten memang berkonten. Kita bicara tentang rabeg, misalnya, itu ada pemahaman kebudayaan juga sejarahnya dan kita punya banyak soal ini sebenarnya," jelas Dr. Dahnil. 


"Saya apresiasi kepada sahabat saya, Kang Firman, dan Kang Andi Suhud dalam pergerakannya di dunia literasi yang berjuang di kebudayaan ini melalui jalan sepi literasi. Insaa Allah jalan ini bisa membawa kita masuk surga. Ini memang jalan sepi dan jika Banten atau negeri ini ingin bangkit ya literasi ini harus terus dihidupkan. Jangan menyerah," ujarnya. (Yus/Red)

Pemprov Banten Terus Berupaya Dekatkan Layanan Pendidikan

 

Kepala Dindikbud Banten Tabrani.


SERANG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tabrani menyampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus berupaya mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat. Diantaranya menyelesaikan Unit Sekolah Baru (USB) untuk seluruh sekolah filial yang ada di Provinsi Banten.


"Ada beberapa capaian di bidang pendidikan, Pemprov Banten melalui Dindikbud pertama telah menyelesaikan pembangunan seluruh sekolah filial, serta dari segi kesejahteraan Pemprov Banten melalui Dindikbud memberikan insentif kepada guru-guru swasta sejak tahun 2021," ucap Tabrani, Senin (13/5/2024)


Diketahui, sejak tahun 2022 sampai 2023, Pemprov Banten melakukan pembangunan di 16 SMA dan SMK negeri di Kabupaten Pandeglang.


Pembangunan itu terdiri dari tiga unit sekolah baru (USB) serta bangunan lainnya seperti ruang kelas baru (RKB), ruang praktik siswa (RPS), perpustakaan, laboratorium, ruang guru, rehabilitasi toilet, serta pembangunan utilitas penunjang kegiatan belajar lainnya.


Tabrani mengatakan, berbagai aktivitas pembangunan sarana dan prasarana pendidikan dilakukan di Kabupaten Pandeglang. “Untuk SMK negeri ada sembilan sekolah dan untuk SMA negeri ada tujuh unit,” kata Tabrani.


Tabrani memaparkan, sembilan unit SMK negeri yang dilakukan pembangunan yakni di SMKN 2 Kabupaten Pandeglang, SMKN 6 Kabupaten Pandeglang, SMKN 8 Kabupaten Pandeglang, SMKN 9 Kabupaten Pandeglang, SMKN 10 Kabupaten Pandeglang, SMKN 13 Kabupaten Pandeglang, SMKN 14 Kabupaten Pandeglang, SMKN 16 Kabupaten Pandeglang, dan SMKN 18 Kabupaten Pandeglang. 


Dari sembilan sekolah itu, dua diantaranya dua unit sekolah baru yakni SMKN 16 dan SMKN 18 Kabupaten Pandeglang.


Kemudian, lanjutnya, untuk tingkat SMA negeri, ada tujuh unit sekolah yang dibangun yakni SMAN 2 Kabupaten Pandeglang, SMAN 4 Kabupaten Pandeglang, SMAN 5 Kabupaten Pandeglang, SMAN 7 Kabupaten Pandeglang, SMAN 10 Kabupaten Pandeglang, SMAN 11 Kabupaten Pandeglang, dan SMAN 14 Kabupaten Pandeglang.


“Untuk tingkat SMA negeri ada satu unit sekolah baru yaitu SMAN 19 Kabupaten Pandeglang,” terangnya.


Menurut Tabrani, semua pembangunan telah selesai dikerjakan dan sesuai dengan arahan Pj Gubernur Banten Al Muktabar, seluruhnya sudah dapat dimanfaatkan.


Tidak hanya itu, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas SDM para guru melalui pendidikan dan pelatihan.


"Sesuai harapan Pj Gubernur, kita terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan hasil penyelenggaraan pendidikan yang ada di masing-masing sekolah," pungkasnya. (ADV)

Tanamkan Semangat Kartini, Bunda PAUD Provinsi Banten Tine Al Muktabar Gelar Karnaval Budaya Anak Usia Dini


Tine Al Muktabar menggelar Karnaval Budaya Anak Usia Dini dalam rangka memperingati Hari Kartini 2024.



SERANG - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Banten Tine Al Muktabar menggelar Karnaval Budaya Anak Usia Dini dalam rangka memperingati Hari Kartini 2024. Tanamkan semangat dan cita-cita Ibu Kartini untuk melahirkan para perempuan hebat Indonesia.


Ratusan anak usia dini ikuti Karnaval dengan mengenakan pakaian khas dari berbagai daerah. Karnaval dilaksanakan dari Halaman Masjid Raya Al Bantani Pemprov Banten menuju Lapangan Upacara Sekretariat Daerah Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Jumat (3/5/2024).


“Kita berharap, anak-anak sesuai cita-cita ibu Kartini,” ucapnya.


“Sekolah tinggi, harus pintar-pintar,” tambah Tine.


Dalam kesempatan itu, Tine juga sampaikan beragam pilihan profesi yang bisa dipilih kepada anak-anak dalam bentuk pertanyaan, cita-citanya apa. Mulai dokter, guru, dan beberapa profesi lainnya.


“Semua harus belajar dengan baik,” ajaknya.


“Meneruskan pesan Ibu Kartini menjadi perempuan-perempuan hebat,” pesan Tine.


Tine juga mengajak anak-anak bersama melepas balon ke udara tanda dimulainya Karnaval Budaya Anak Usia Dini. 


Saat karnaval, Tine tampak membaur dengan anak-anak. Berjalan bersama anak-anak sambil menyanyikan lagu-lagu ceria menuju Lapangan Upacara Setda Provinsi Banten. (Rzy/Red)


Pemprov Banten Ajak Semua Pihak Tingkatkan Kualitas Pendidikan

 

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).


Serang, - Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar berharap pada momentum memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dapat dijadikan sebagai refleksi bersama dalam meningkatkan bidang pendidikan, khususnya di Provinsi Banten.


"Baru saja kita memperingati Hari Pendidikan Nasional, tadi kita juga menyampaikan amanat Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengenai merdeka belajar dan mengajak semua pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan," ungkap Al Muktabar usai memimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Sekretariat Daerah Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Kamis (2/5/2024).


Selanjutnya, Al Muktabar juga berharap kepada seluruh insan pendidikan yang terlibat dalam proses belajar mengajar untuk terus meningkatkan kemampuan sehingga menumbuhkan kualitas pendidikan.


"Pemerintah terus berupaya memaksimalkan layanan pendidikan yang baik dan berkualitas, serta mendekatkan keterjangkauan pendidikan kepada masyarakat sesuai dengan kewenangannya," katanya.


Lebih lanjut, Al Muktabar menyampaikan pada Musrembang RKPD Provinsi Banten tahun 2025. Pihaknya menjadikan bidang pendidikan sebagai salah satu prioritas, diantaranya menyiapkan sarana prasana pendukung dunia pendidikan.


"Dalam menyongsong pencapaian Indonesia Emas 2045, dunia pendidikan menjadi kunci. Maka kita harus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai ikhtiar bersama," imbuhnya.


Pada kesempatan itu, Al Muktabar juga berpesan kepada para siswa, guru dan tenaga pendidik untuk dapat bersama-sama menjaga sarana dan prasarana pendidikan. Sehingga dapat memberikan rasa nyaman saat melakukan belajar mengajar.


"Kawasan yang baik itu menjadi tanggungjawab bersama dilingkungan sekolah, ini penting kita kedepankan," jelasnya.


Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tabrani menyampaikan Pemprov Banten terus berupaya mendekatkan layanan pendidikan kepada masyarakat, diantaranya menyelesaikan Unit Sekolah Baru (USB) untuk seluruh sekolah filial yang ada di Provinsi Banten.


"Ada beberapa capaian di bidang pendidikan, Pemprov Banten melalui Dindikbud pertama telah menyelesaikan pembangunan seluruh sekolah filial, serta dari segi kesejahteraan Pemprov Banten melalui Dindikbud memberikan insentif kepada guru-guru swasta sejak tahun 2021," ujarnya.


Tidak hanya itu, pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas SDM para guru melalui pendidikan dan pelatihan.


"Sesuai harapan Pj Gubernur, kita terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan hasil penyelenggaraan pendidikan yang ada di masing-masing sekolah," pungkasnya.


Sebagai informasi, Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2024 ini mengusung tema 'Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar'. Adapun para peserta meliputi perwakilan siswa-siswi, para guru, kepala sekolah SMA/SMK/SKh Negeri yang ada di Provinsi Banten. (*)




Pemprov Banten Gelontorkan Insentif bagi Belasan Ribu Pendidik dan Tenaga Kependidikan di SMA, SMK, dan SKh Swasta


Kepala Dindikbud Provinsi Banten Tabrani.



SERANG - Sejak Oktober 2020 hingga saat ini, Pemprov Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten memberikan insentif kepada pendidik dan tenaga kependidikan di SMA, SMK, dan SKh swasta di Provinsi Banten. Pemberian insentif itu dilakukan sebagai bentuk perhatian Pemprov Banten kepada pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah swasta.


Per Maret 2024, ada 17.400 orang pendidik dan tenaga kependidikan yang mendapatkan insentif dari Pemprov Banten. Jumlah itu terdiri dari 6.518 dari SMA, 9.936 SMK, dan 946 SKh swasta.

 

Setiap bulannya, pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah swasta itu mendapatkan insentif sebesar Rp500 ribu. Pemberian dana insentif itu dilakukan per triwulan.


Kepala Dindikbud Provinsi Banten Tabrani bersyukur pemberian insentif tahun ini bertepatan dengan momen menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. “Semoga berkah dan dapat dirasakan manfaatnya oleh semua pendidik dan tenaga kependidikan di SMA, SMK, dan SKh swasta di Provinsi Banten,” ujarnya.


Tahun ini adalah tahun kelima Pemprov Banten melalui Dindikbud memberikan insentif kepada pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah swasta. Ia berharap dukungan dan doa agar Pemprov Banten dapat terus memberikan perhatian untuk membantu meningkatkan kesejahteraan mereka di Provinsi Banten.


Tabrani mengatakan, jumlah pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah swasta yang ditetapkan sebagai penerima insentif dapat berubah, yakni bertambah atau berkurang sesuai dengan jumlah di sekolah masing-masing.(Adv)

Tim Monev Apresiasi Pelaksanaan UTBK SNBT di Untirta

Peserta mengikuti UTBK SNBT di kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. (Ist)


SERANG - Antusiasme terlihat dari wajah para peserta yang mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Pada Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) hari pertama pada tanggal 30 April 2024.


Pelaksanaan ujian hari pertama terpantau berjalan lancar di 5 titik lokasi ujian yaitu kampus Untirta sindangsari, kampus Untirta pakupatan, kampus Untirta cilegon, kampus Untirta Kepandean serta kampus mitra UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Palima.


Hari pertama Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) UTBK SNBT pada Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Achmad Syarief menilai persiapan Untirta sudah sangat baik.


“Setelah mengunjungi dan meninjau ruang ujian baik yang ada di Untirta dan kampus mitra secara umum sudah bagus dan sesuai dengan panduan. Beberapa poin yang perlu diperbaiki seperti kurangnya panah petunjuk jalan diharapkan bisa menjadi catatan evaluasi,” ucap beliau.


Rektor Untirta Prof. Fatah Sulaiman juga menyampaikan bahwa dari hasil Monev, ujian SNBT di Untirta berjalan lancar tanpa ada kendala apapun. Sebelum ujian dimulai beliau juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta untuk berusaha maksimal, rileks dan menjalankan ujian dengan maksimal.


Dr. Enggar Utari, selaku Wakil Dekan Bidang Akademik FKIP Untirta dan Penanggung Jawab Lapangan UTBK di kampus Pakupatan, bersama dr. I Made Arya Subadiyasa, Wakil Dekan bidang Akademik FKIK, menyatakan bahwa pelaksanaan UTBK di Pakupatan juga berjalan lancar.
Terdapat 3 ruang ujian dengan total kapasitas 135 orang.


Sebanyak 270 calon mahasiswa baru mengikuti kegiatan UTBK di Pakupatan, dengan 11 peserta tidak hadir.


“Alhamdulillah UTBK berjalan lancar kami juga dibantu oleh tim medis oleh Dr. Lili Amaliah Wakil Dekan bidang II FKIK dan tim Teknisi Server, segala antisipasi kecurangan juga kami perhatikan,” ucapnya.


Ia juga menekankan pentingnya kehadiran tepat waktu dan memperhatikan jadwal serta lokasi ujian.


Koordinator tim Kesehatan UTBK Untirta Dr. Lili Amaliah juga menyampaikan bahwa Fakultas Kedokteran sudah menyiapkan sebanyak 27 orang tim kesehatan yang disebar di 5 lokasi ujian.


Tim kesehatan juga menyiapkan sebanyak 11 orang dokter dan perawat yang bertugas di lokasi selama ujian berlangsung. Tim kesehatan juga menyiapkan beberapa obat obatan darurat sederhana seperti analgesik, antipiretik, oksigen dan sebagainya.


“Sejauh ini di Kampus Pakupatan ada 1 orang peserta yang hadir dengan kondisi kurang fit dikarenakan belum sarapan pagi. Meskipun semua kebutuhan emergency sudah siap, diharapkan semua peserta ujian yang hadir dalam kondisi sehat dan tidak lupa untuk sarapan terlebih dahulu,” ucap beliau.


UTBK sesi pertama serentak dimulai pada pukul 06.45 hingga 10.30 WIB dan dilanjutkan sesi kedua pukul 12.30 hingga 16.30 di seluruh kampus Untirta serta kampus Mitra.Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Pada Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) hari pertama pada tanggal 30 April 2024. (*)

 

Untirta Optimis Raih Akreditasi Unggul 2024

Tim Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Untirta.


Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar penyelerasan dan presentasi bukti dokumen laporan evaluasi diri (LED) yang diselenggarakan oleh Tim Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) bertempat di Student Centre Kampus Untirta Sindangsari kegiatan ini di laksanakan pada Selasa (23/4).

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Rusmana, Ir., M.P., Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Alfirano, ST., MT., Ph.D.,  Ketua LPMPP, Prof. Dr. Ir. Wahyu Susihono.,ST.,MT.,IPM.,ASEAN Eng, bersama dengan tim Penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED). Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi dan melengkapi dokumen-dokumen terkait rekreditasi UNTIRTA.

Dalam sambutannya, Dr. Rusmana, Ir., M.P, mengingatkan kepada seluruh tim untuk “total football” untuk berkontribusi secara total, “Alhamdulillah sampai hari ini berdasarkan laporan kepala LPMPP kinerja kita sudah menunjukkan hasil walaupaun masih ada beberapa komponen yang harus dilengkapi” jelasnya.

Rusmana juga menuturkan bahwa seluruh tim sudah disiapkan dan di targetkan pada tanggal 20 Mei mendatang semua berkas sudah bisa upload, dengan target nilai maksimal 4 atau A dalam tiap butir borang yang harus terisi.

Ketua LPMPP, Prof. Dr. Ir. Wahyu Susihono.,ST.,MT.,IPM.,ASEAN Eng, menjelaskan setelah dilakukannya review internal, tahapan selanjutnya adalah akan dilakukan akreditasi lapangan dengan mengundang perwwakilan alumni, pengguna lulusan, tendik, dosen dan unsur lainnya yang mewakili institusi.

“hal itu harus sinkron dengan apa yang disampaikan di LED dengan apa yang kemudian terjadi di lapangan, salah satu nya adalah bukti dari ketersedian data kita siapkan setelah tanggal 20 Mei” terangnya.

Prof. Wahyu berharap selalu diberikan kesehatan, dan kekompakan tim, karena dengan kebersamaan, walaupun berat bisa dilalui bersama.

Hal senada juga disamppaikan oleh Dr. Rusmana “Kita optimis sampai pada tahapan hari ini sudah ketahuan ada beberapa butir hanya kelengkapan dokumen tinggal disusun secara sistematis juga karena kualitas Untirta sekarang semakin meningkat dari fasilitas, SDM kualifikasi pendidikan Doktor dan Profesor, aktreditasi Program Studi dan beberapa komponen lainnya.” (adv)